Home LIPUTAN Kampung Budaya Beksi Petukangan Diliput Jak TV

Kampung Budaya Beksi Petukangan Diliput Jak TV

54
0
Persiapan peliputan (Foto: KSP)
Persiapan peliputan (Foto: KSP)

Jakarta, Kampung Silat – Berbicara budaya tentu identik dengan masyarakat. Salah satu komunitas masyarakat yang masih menjaga tradisi dan budayanya adalah warga Petukangan, Jakarta Selatan yang belakangan mengembangkannya dengan menjadikannya suatu perkampungan berbasis budaya silat Beksi khas Betawi atas inisiasi Yayasan Kampung Silat Petukangan (YKSP).

Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah agar lebih memperhatikan warganya yang mampu mengembangkan kearifan lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa. Hal serupa juga diungkap oleh H. Margani Mustar selaku tokoh masyarakat, Majelis Tinggi Adat Betawi sekaligus pembina Yayasan Kampung Silat Petukangan.

“Bahwa pengembangan perkampungan silat merupakan inovasi yang kreatif. Dan ini sangat unik dan komprehensif karena baru pertama kali ada di Jakarta apalagi silatnya adalah silat Betawi dan sesuai dengan undang-undang ibukota negara yang mengatakan bahwa pemerintah wajib melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi,” kata H. Margani Mustar dalam paparannya pada kegiatan “Tapak Tilas Pahlawan Beksi” di Kampung Budaya Beksi Petukangan beberapa waktu lalu.

Tidak lama berselang dari kegiatan “Tapak Tilas Pahlawan Beksi” memacu salah satu media televisi yang cukup populer yaitu Jak TV untuk meliput apa saja dan bagaimana sajian yang ada di Kampung Budaya Beksi Petukangan.

Salah satu sajian yang menarik adalah kesenian Topeng Blantek, yang kini nasibnya di ujung tanduk. Kesenian Topeng Blantek merupakan seni teater atau pertunjukan sandiwara orang Betawi masa lalu. Dalam pertunjukannya, tokoh Jantuk memegang peranan penting dalam suatu lakon. Tidak hanya Topeng Blantek, sajian silat juga diliput mengingat kampung budaya berbasis silat Beksi.

“Kalo sekarang yang cuma disini aja yang masih melestarikan kesenian Topeng Blantek. Sebelumnya ada di beberapa tempat seperti di Semanan, Jakarta Barat. Namun karena orangnya meninggal ya begitu aja tidak ada yang meneruskan,” ujar Bang Nasir, Maestro Topeng Blantek Sanggar Fajar Ibnu Sena.

Sesi Syuting bersama Jak TV (Foto: KSP)

Dalam sesi syuting tersebut hadir diantaranya lima crew Jak TV yang di koordinatori oleh Rani, Nasir Mupid, Maestro Topeng Blantek, Abdul Aziz, sekretaris YKSP, Jajang Suryana, Bendahara YKSP serta perwakilan dari Lima pusat perguruan Beksi yang ada di Kampung Budaya Beksi Petukangan.

Abdul Aziz, perwakilan dari Kampung Budaya Beksi Petukangan mengaku sangat senang karena dapat bersinergi dengan berbagai pihak dalam hal ini Jak TV.

“Kami sangat senang karena rencana peliputan ini baru kemarin dan akan meliput hari selasa, 17 November. Karena memang kita semua sudah siap, kita oke saja,” kata Aziz.

Sementara itu Rani dalam keterangannya mengatakan bahwa pihaknya memang sedang mencari liputan bernuansa Betawi dan ingin mewawancarai beberapa seniman.

“Kami dapat kabar melalui media sosial aja, kebetulan belum lama katanya sempat ada acara memperingati hari pahlawan, lalu kami cari dapat nomer telepon salah satu pengurusnya,” kata Rani.

Dirinya juga menambahkan bahwa konten yang diliput akan ditayangkan dalam waktu seminggu ke depan. Jadi jangan sampai kelewatan ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here