Home REHAT Destinasi Wisata dan Edukasi Berbasis Tradisi Lisan Betawi di Kampung Silat Petukangan

Destinasi Wisata dan Edukasi Berbasis Tradisi Lisan Betawi di Kampung Silat Petukangan

93
0
Halaman muka e-Prossiding (Foto: Rido)
Halaman muka e-Prossiding (Foto: Rido)

Jakarta, Kampung Silat – Kebutuhan berwisata bagi banyak orang tentu menjadi hal yang cukup penting. Pasalnya dengan berwisata ke suatu tempat maka segala pikiran stres dan penat akan hilang begitu saja sehingga memunculkan hormon bahagia yang salah satunya dapat memperpanjang usia.

 Berbagai macam destinasi wisata ada di Jakarta mulai dari sejarah, religi, alam, hingga wisata modern (mall) dan permainan.  Dari sekian banyak kategori wisata yang disebutkan sebelumnya, belum ada destinasi wisata yang mengangkat perpaduan antara sejarah, religi dan tradisi lisan lokal dalam hal ini adalah Betawi.

“Kampung Silat Petukangan memiliki semua itu, mulai dari catatan dan bukti peristiwa, keberadaan makam-makam guru besar silat Beksi yang masih ada hingga kini bahkan dilengkapi pula dengan edukasi dan diklat atau pelatihan bagaimana berlatih silat Beksi, cara bermain rebana hingga pembuatan Ondel-Ondel, terang Dr. Gres Grasia Azmin, M.Si dalam presentasinya bersama Dr. Siti Gomo Attas, S.S, M.Hum dengan judul “Menjadikan Kampung Silat Petukangan Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Tradisi Lisan Betawi” dan masuk dalam daftar 20 Paper terbaik untuk di presentasikan dalam Webinar Seminar Nasional yang digagas oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Jember, dan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jember pada 5-6 Oktober 2020 beberapa waktu lalu.

Dengan mengangkat tema “Humaniora dan Era Disrupsi” penyelenggaraan kegiatan tersebut telah menghasilkan total 60 paper yang dibukukan dalam jurnal e-prosiding dari hasil seleksi yang kini dapat diunduh secara gratis melalui http://hiskijember.fib.unej.ac.id/e-prosiding/.

Presentasi mengenai Kampung Silat Petukangan dalam webinar

Gres Grasia Azmin bersama Siti Gomo Attas, yang juga merupakan dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta memaparkan Destinasi Wisata Kampung Silat Petukangan (KSP) berdasarkan kajian analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opprotunities and Threats yang merupakan kajian terhadap kekuatan dan kelemahan organisasi, peluang pertumbuhan dan perbaikan organisasi, dan ancaman secara realistis.

Menurut keduanya, Kampung Silat Petukangan memiliki potensi yang tinggi jika diresmikan menjadi destinasi wisata oleh karenanya varian wisata berbasis tradisi lisan yang ada dapat terus ditambah dan dikembangkan. Adapun ancaman dari pihak lain dapat dimiminalisir dengan cara konsisten menawarkan tradisi lisan Betawi sebagai ciri utama KSP dengan ditambah inovasi dan kreativitas serta promosi yang gencar melalui media yang sudah ada.

Selanjutnya KSP juga perlu menegaskan posisi dan mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta sambil meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan tata organisasi agar lebih profesional.

”Selama kami meneliti KSP, belum terlihat adanya tenaga profesional dengan latar belakang kepariwisataan. Kalau Seniman, pendidik, dan Mahasiswa sudah cukup banyak, maka disinilah penting kiranya layaknya sebuah destinasi wisata dikelola oleh ahlinya dibidang pariwisata,” jelasnya yang juga pernah melibatkan para mahasiswanya untuk mengunjungi langsung Kampung Silat Petukangan pada bulan Desember tahun 2019 lalu.

Keduanya juga menegaskan bahwa langkah KSP untuk menjadi destinasi wisata merupakan upaya meningkatkan potensi masyarakat sekitar berbasis industri kreatif dan budaya Betawi, khususnya pewarisan terhadap generasi berikutnya agar dapat menjaga kelestarian Kampung Silat Petukangan.  Selain itu, KSP sebaiknya bukan hanya dijadikan destinasi wisata namun juga sebagai edukasi Budaya Betawi. Jika sudah demikian resmilah Destinasi Wisata Kampung Silat Petukangan tak hanya berbasis sejarah dan religi tetapi juga tradisi lisan Betawi pertama di Jakarta ditengah kehidupan modern.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here