Home Budaya Silat Sutera Baja Berhasil Ditetapkan Menjadi WBTB Tahun 2020 Oleh Dirjen Kebudayaan...

Silat Sutera Baja Berhasil Ditetapkan Menjadi WBTB Tahun 2020 Oleh Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI

Oleh: Abdul Aziz

120
0
Penetapan di Gedung Dinas Kebudayaan DKI Jakarta (Foto: Aziz)
Penetapan di Gedung Dinas Kebudayaan DKI Jakarta (Foto: Aziz)

Jakarta, Kampung Silat – M. Kadir Sasmita selaku Kasi Nilai Budaya Bidang Pelindungan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena pada Jum’at, 9 Oktober 2020 bahwa Silat Sutera Baja berhasil ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.

Menurutnya bahwa hasil ini melalui proses dan perjuangan yg cukup panjang, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Lembaga Kebudayaan Betawi, Badan Pelestarian Nilai Budaya Jabar dan didukung oleh Pengurus Padepokan Silat Sutera Baja (Kemayoran).

“Sehingga hasil ini bisa menjadikan kabanggaan bagi warga DKI Jakarta, khususnya Warga Betawi untuk terus melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan budaya tradisional yang ada di Provinsi DKI Jakarta,” jelasnya dengan penuh antusias.

Selanjutnya Dinas Kebudayaan DKI akan memperjuangkan kebudayaan tradisonal dan seni Betawi yang telah mendapatkan penetapan WBTB, akan dicatatkan pada Dirjen Hak Kekayaan Intelektual HAK di Kemenkumham.

“Kedepannnya nanti, seni budaya dan tradisi Betawi lainnya akan diupayakan menjadi WBTB dan tercatat di Dirjen Haki,” pungkasnya.

Dikesempatan yang sama Subakti selaku pemerhati Warisan Budaya Takbenda Provinsi DKI Jakarta mengatakan bahwa setelah melalui proses administrasi dan penilaian oleh tim ahli, Silat Sutera Baja lolos hingga persidangan penetapan warisan budaya takbenda tahun 2020.

“Silat Sutera Baja menjadi satu-satunya karya budaya dari provinsi DKI Jakarta yang ditetapkan menjadi warisan budaya takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pada tahun ini penetapan warisan budaya takbenda Indonesia ini dilakukan dalam sidang secara virtual yang berlangsung pada tanggal 6-9 Oktober 2020 dan pembacaan penetapan pun disiarkan secara virtual,” ungkapnya.

Dituturkannya bahwa hingga tahun 2020 silat tradisional asli Betawi yang telah ditetapkan 8 aliran silat, Silat Beksi, Silat Cingkrik, Silat Tiga Berantai, Silat Mustika Kwitang, Silat Pusaka Djakarta, Silat Troktok dan Silat Sutera Baja.

Selain itu, Ferry sebagai Ketua Umum Perguruan Silat Sutera Baja mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan dalam upaya pelindungan dan pelestrian budaya asli Betawi.

“Khususnya pada kegiatan penetapan warisan budaya takbenda Indonesia di masa pandemi ini,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here