Home REHAT HELMI SAID JAWAS SAMBANGI BEKSI PETUKANGAN, JALANKAN AMANAH ABAHNYA SAID JAWAS

HELMI SAID JAWAS SAMBANGI BEKSI PETUKANGAN, JALANKAN AMANAH ABAHNYA SAID JAWAS

Oleh: Abdul Aziz

76
0
Helmi Said Jawwas
Helmi Said Jawwas

Jakarta, Kampung Silat – Kampung Silat Petukangan merupakan Kampung lahirnya Beksi. Melalui tangan dingin tokoh/pejuang alm H. Godjalih berserta sahabat serta 4 murid utamanya (H. Hasbullah, Kong Simin, Kong Noer, Mandor Minggu) membina dan mengembangkan Beksi hingga kini.

Beksi menyebar ke seantero Nusantara hingga mancanegara dari generasi ke generasi. Telah banyak lahir para pesilat beksi di Kampung Petukangan dari beberapa dekade. Terhitung sejak generasi awal, generasi pertengahan dan generasi perkembangan bahwa beksi terus membumi di tanah Betawi khususnya serta bangsa Indonesia pada umumnya.

Sebut saja alm Sa’id Jawas sang petarung beksi Petukangan, bersama Erpie Muhammad Nafis dan Satiri Abdul Majid melalui “kepiawaian” sang guru besar Beksi Petukangan alm H. Hasbullah berhasil menorehkan “tinta emas” pada pertandingan silat tradisional sekitar tahun 1970-an.

“Sebelum berangkat untuk bertanding, mereka (alm Sa’id Jawas, Erpie Muhammad Nafis, Satiri Abdul Majid) selama beberapa bulan diajak keliling oleh sang guru besar Beksi Petukangan alm H. Hasbullah untuk uji tanding ke beberapa perguruan silat seputar Jabodetabek,” ungkap Bung Helmi Said Jawas atau biasa dipanggil Bung Mimi mengenang cerita Abahnya ketika hidup disela Silaturahmi Budaya Beksi Petukangan belum lama ini bersama Baba Nafis di Sekretariat Yayasan Kampung Silat Petukangan Jl. Ciledug Raya No. 46 RT. 006/04 Petukangan Utara Pesanggrahan Jakarta Selatan.

Menurutnya bahwa Abahnya mendiang alm Sa’id Jawas selalu cerita perihal sang guru besar Beksi alm H. Hasbullah serta Erpie Muhammad Nafis dan Satiri Abdul Majid rekan sesama petarung Beksi kepadanya. Bahkan, banyak cerita heroik dan menharukan ketika proses menjelang pertandingan hingga pertandingan usai.

“Namun demikian, sebelum meninggal beliau (alm Sa’id Jawas) mengajak saya untuk mengunjungi alm H. Hasbullah serta Erpie Muhammad Nafis dan Satiri Abdul Majid untuk silaturahmi,” jelasnya.

Selain itu, selalu terngiang pesan terakhir alm Abah Sa’id Jawas kepada anak dan keturunannya sebelum wafatnya,”Abah berpesan kepada kalian, agar terus membina silaturahmi kepada keluarga Besar Beksi Petukangan,” tegasnya.

Mengingat pesan terakhir yang selalu terngiang ditelinga anak dan keturunan beliau (alm Sa’id Jawas) kami Keluarga Besar alm Sa’id Jawas siap mendukung keberadaan Kampung Silat Beksi Petukangan dan akan terus membina hubungan silaturahmi hingga akhir hayat.

“Saya sangat terharu dapat bersilaturahmi dengan keluarga Besar Beksi Petukangan, khususnya kepada keluarga alm H. Hasbullah serta Erpie Muhammad Nafis dan Satiri Abdul Majid kali ini, semoga semua selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” pungkasnya.

Dikesempatan yang sama Erpie Muhammad Nafis (Baba Nafis) sang jenderal Beksi mengaku sangat terharu mendengar cerita Bung Helmi Said Jawas dan seperti mengembalikan memori “heroik” beberapa tahun silam.

“Memang peristiwa “heroik” kami saat itu sulit untuk dilupakan karena melalui proses perjalanan yang sangat menantang. Tahun itu, dapat pula dikatakan tahun kembangkitan kembali keberadaan Beksi Petukangan,” paparnya.

Diharapkan dengan silaturahmi keluarga Besar Beksi Petukangan ini dapat terus terjalin hingga akhir hayat. Karena Beksi adalah khazanah budaya bangsa yang harus terus dibina, dikembangkan, dilestarikan dan dimanfaatkan agar tetap lestari serta jangan sampai hilang “terlumat” jaman.

“Oleh karena itu, kami berharap kepada keluarga Besar Beksi Petukangan untuk “back to basic” kembali ke dasar bersama mengembalikan “Marwah” Beksi yang memang lahir dan berkembang di kampung Petukangan. Dan Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan hingga akhir jaman,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here