Home LIPUTAN FAHMI, KESAKSIAN ANAK KANDUNG ALM. AHMAD SYAIFULLAH GURU BEKSI SEJATI

FAHMI, KESAKSIAN ANAK KANDUNG ALM. AHMAD SYAIFULLAH GURU BEKSI SEJATI

Oleh: Abdul Aziz

82
0
Bang Fahmi (tengah), anak kandung Baba Ipul (Foto: Aziz)
Bang Fahmi (tengah), anak kandung Baba Ipul (Foto: Aziz)

Jakarta, Kampung Silat – “Baba Ahmad Syaifullah atau biasa kami panggil Baba Ipul lahir di Krawang,11 Januari 1968 dan meninggal pada Senin, 10 Agustus 2020 di usia 52 tahun,” ungkap Fahmi salah satu anak kandung alm Baba Ahmad Syaiful atau Baba Ipul yang tengah dirundung duka teramat dalam pada Selasa, 11 Agustus 2020 dikediamannya Jl. H. Botet Kreo Tangerang Banten.

Menurutnya bahwa sebelum Baba Ipul menghembuskan nafasnya yang terakhir, beliau memang telah didera sakit yang sudah lama sekitar 3 tahunan. Kebetulan yang diderita penyakit liver.

“Jadi memang sudah seminggu ini, Baba Ipul menetap di Bogor di rumah adik dan sanak familinya disana,” jelasnya dengan sangat terharu.

Pihak keluarga sudah mencoba berikhtiar untuk mengobati penyakit Baba Ipul ke tempat pengobatan alternatif, karena sebelumnya Baba Ipul pernah bilang bahwa sudah lelah dan capek kalau dibawa ke rumah sakit lagi. Pas hari Minggu, 9 Agustus 2020 kemarin, dapet info dari adik dan kerabat di Bogor, kata mereka Baba Ipul keadaannya sudah membaik.

“Sontak, mendengar kabar itu membuat hati saya senang bukan kepalang,” tegasnya.

Akan tetapi, memang posisi tubuh Baba Ipul sudah tidak bisa berjalan sendiri, hampir sebulan berjalan dibantu dengan tongkat peninggalan orang tua beliau alm Muhammad Soleh. Seiring berjalannya waktu, akhirnya pada Senin, 10 Agustus 2020 tepat Pukul. 06.15, Baba Ipul menghembuskan nafasnya yang terakhir di Cibitung, Krawang dalam usia 52 tahun.

“Mendengar kabar meninggalnya Baba Ipul, kami sekeluarga seperti hampir tak percaya bahwa secepat itukah Baba Ipul meninggalkan kita selama-lamanya,” tandasnya.

Karena pada Sabtu, 9 Agustus 2020 dari Bogor berangkat ke Cibitung untuk berobat. Dan disana cuma dapat 2 hari, Senin, 10 Agustus 2020 Pukul. 06.15 wib sudah meninggal dunia.

“Sebelum meninggal, Baba Ipul pernah berpesan kepada keluarga bahwa ketika meninggal dunia ingin sekali dimakamkan di Krawang persis disamping makam kedua orangtuanya,” paparnya.

Kemudian beliau pun berpesan tentang Beksi, cuma satu pesannya,”Perhatiin Beksi, terusin dan kembangin, jangankan roboh, miring aja kita kudu tau” pesan beliau semasa hidup kepada anak keturunannya.

Sedangkan kami anak keturunan beliau selalu terngiang hingga kini pesan tersebut. Insya Allah kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan amanah alm Baba Ipul. Sebab, walau bagaimanapun juga ini adalah sebuah tanggung jawab bagi anak keturunan yang ditinggalkannya.

“Untuk melanjutkan perjuangan beliau selama ini, khususnya mengembangkan silat beksi Petukangan,” pungkasnya.

Selain itu, kami sebagai generasi penerus, khususnya generasi muda pesilat Beksi harus terus memperjuangkan segala bentuk budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu, khususnya Beksi ini sendiri.

“Karena kalau bukan kita, siapa lagi,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here