Home KULINER KERAK TELOR BABE KITE TERUS BERTAHAN DI JAMAN MILENIAL

KERAK TELOR BABE KITE TERUS BERTAHAN DI JAMAN MILENIAL

Oleh: Abdul Aziz

70
0
Foto: Aziz
Foto: Aziz

Jakarta, Kampung Silat – Baba Abdul Salam (70 tahun) menceritakan awal mula usaha kerak telor bahwa sewaktu kecil dulu sekitar tahun 1960 an sering menonton sepak bola di daerah Gambir, tepatnya di lapangan IKADA.

Menurutnya disana selain lapangan sepak bola, juga ramai para pedagang makanan khas, khususnya kerak telor.

“Saat itu, saya sangat tertarik dengan kerak telor yang khas makanan orang Betawi,” katanya kepada kampungsilat.com pada Jum’at, 10 Juli 2020 dikediamannya Jl. Petamburan II Gg. Monas RT 011/03 No. 22, Petamburan, Jakarta Pusat.

Setelah belajar dan bereksperimen bertahun-tahun, Baba Abdul Salam memutuskan bahwa selagi tidak ada pekerjaan rutin akhirnya meyakinkan diri untuk membuka usaha kerak telor pada tahun 1995 sampai saat ini.

“Usaha kerak telor ini kami niatkan untuk melestarikan makanan khas budaya Betawi dan sampai sekarang masih bertahan di jaman milenial,” jelasnya.

Baba Abdul Salam kelahiran tahun 1950, terus berjualan kerak telor sejak dulu hingga kini mangkal di depan RS Pelni Petamburan. Alhamdulillah, walaupun penghasilan tidak bisa ditentukan, tapi terkadang 30-40 buah telor.

“Ditengah pandemi Covid-19 sekarang ini, penjualan tergantung dari ojek online,” tegasnya.

Kerak Telor Baba Abdul Salam pernah beberapa kali turut serta dalam kegiatan berbagai Event Budaya, seperti pernah bikin kerak telor raksasa pada 14 Agustus 2017 dalam kegiatan Lebaran Betawi. Pernah juga ikut Festival Jajanan Bango di Senayan.

Waktu awal bikin kerak telor raksasa, kami bertekad untuk bikin kerak telor raksasa lalu mengajukan ke Bamus Betawi dan alhamdulilah disetujui.

“Awal pertama kali bikin di daerah Jakarta Timur,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here